Assalamu’alaikum Wr.Wb
Allow fren, tausiah hris kali ini terinspirasi dari mimpi tadi malem, seweneeeng banget cerita mimpinye, about taon depan [settingannya saat itu berencana menikah], tapi maaf terlalu pribadi, mo cerita ke de’kem-kem eh hpnya mati, huh dasar kembar males ngecharge !! ntar klo KKnya yang imoet ini pulang siap2 aje dicubit-cubitin…
Lanjut fren, gmana mimpi ente- ente tadi malem ?? Well fren bagaimanapun baik dan buruknya mimpi kita tadi malem, tapi klo kita ceritain paling banter cuma 10 menit padahal kita tidur buat mimpi bisa ngabisin waktu 6-9 jam. Bagaimanapun buruknya mimpi kita tadi malem, mungkin ampe berdarah-darah berperang, ampe menangis bombay disaat ta’arufnya ditolak sijilbab hijau ( He..he..), mimpi jadi megaloman yang hampir mati ngelawan monster atau sakit luar biasa karena mimpi digigit mucin [Af1 cin] toh pas kita bangun kita tak merasakan sedikitpun kesakitan dan kesedihan yang kita alami pas waktu mimpi itu. Sebaliknya, bagaimanapun nikmatnya mimpi kita tadi malem, mungkin mimpi jadi saudagar ayam terbaik versi majalah time, mimpi jadi raja jazirah yang punya 11 kerajaan, 11 ladang minyak, 11 onta merah atau mimpi dapetin akhwat / ikhwan yang cakep yang no limit…ketajirannya dahsyat…akhlaqnya buronan para mertua ( hris ini? ) toh pas kita bangun kita tidak bawa apa-apa…tidak menjadi apa-apa, tetep aja masih menjadi manusia yang “biasa saja”, lupa deh nikmatnya jadi orang yang “luar biasa” pas mimpi tadi malem. Semuanya jadi fana…fatamorgana…tidak kekal.
Ok! Fren begitupula kehidupan dunia (udah mulai kajian berat) terlihat lama tapi hakikatnya sebentar. Al-Qur’an mengabadikan diskusi hari akhir sebagai berikut “Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (didunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari ( QS.79:46)” di ayat lain “Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?. Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung. Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui ( QS.23:112-114 )”.
Jadi kesimpulannya yang udah idup 65 tahun, 17 tahun, 100 tahun dengan segala macam suka dukanya dikehidupan didunia pas dibangkitkan nanti mereka cuma bisa jawab sebentar aja tuh gak ampe sehari…seakan-akan mereka baru bangun dari mimpi. Maha suci Allah SWT dalam firmannya : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu ( QS. 57:20 ). Jadi bagaimanapun perihnya ia hidup didunia dengan jihadnya, dengan dakwahnya, dengan keistiqomahan menjalankan agamanya nanti pas dibangkitkan dihari akhir ia akan merasa lupa akan perih dan sedihnya perjuangan tersebut.
Sebaliknya betapapun nikmatnya ia berbuat dosa, berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri dan masyarakat, melakukan perilaku keji dan mungkar nanti pas dibangkitkan dihari akhir ia akan merasa lupa akan nikmatnya berbuat seperti itu dulu didunia. Semuanya jadi fana…fatamorgana…tidak kekal. Yang tinggal adalah syurga dengan kenikmatannya yang kekal atau neraka dengan siksa-NYA yang kekal. Billahitaufik.
Selasa, 14 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar