Assalamu’alaikum Wr.Wb
Hmm.. mari kita mulai diskusi cinta ini dengan membaca basmalah.
Bismillahirrahmanirrahiim…
Laila Majnun. Sederhana saja, setiap orang punya sesuatu yang sangat ia cintai, baik itu harta, kedudukan (tahta) dan wanita ( 3ta ). Tapi tarbiyah diri akan menjadi penentu nantinya bagi penempatan diri terhadap khatir (gerak hati) yang ada. Qays dalam hal ini psikisnya tidak kuat dalam kehilangan cinta laila lalu menjadi gila (majnun). Sebenarnya ini persoalan biasa dan wajar. Dalam kehidupan, tidak hanya karena cinta laila orang bisa menjadi majnun, saudara operator dipabrik juga mengalami gangguan jiwa disaat ia menabrak orang dan orang itu meninggal dunia seketika. Dia schok dan akhirnya gila (majnun). Tapi karena “cinta” adalah kata yang murah untuk dieksploitasi dan dikomersialkan maka pilhan kata “cinta” menjadi mudah untuk booming. Sehingga hris berkesimpulan, roman ini sia-sia untuk dibaca. Menghabiskan waktu hanya untuk membaca kisah hidup cinta orang gila. Padahal orang gila sudah keluar dari taklif (kewajiban2) syara’. Sehingga wajar hidupnya serampangan karena toh tidak ada haram halal dan tidak ada beban dosa dan pahala. Sehingga wajar berbakti kepada kedua orangtuanya ia tinggalkan. Sehingga juga wajar kehidupan beramal dan beribadah luluh dibawah bayangan cinta laila. Yang tidak wajar adalah menganggap ini manifestasi cinta sebenarnya bahkan cenderung mengadopsi sifat dan tindak tanduk majnun “hatta” itu sampai kata-kata puitisnya untuk menjadi standarisasi perjalanan cinta yang mendalam dari seorang ke seorang yang dicintainya. Aneh! Sibghoh yang tidak berlogika.
Tapi jujur…dulu hris pun pernah mengalaminya. Tapi udah sembuh ( Hayoo yang beneer ? ). Tapi memang dahulu sangat dahsyat. Ada banyak puisi yang dibuat khusus untuknya. Tiap diktat, modul, buku kuliah pasti ada rangkaian kata namanya. Setiap curhat pasti selalu terselip namanya disitu. Tapi tarbiyah berkelanjutan menuntun hris u/sadar agar tidak harus selamanya menderita menjadi majnun. Dan Allah SWT memberi buah yang manis dari doa hris yaitu ‘dia’ yang didamba [ 7 tahun setia menanti Bo’ ]. Takdir akhirnya mencari jalannya sendiri walau akal yang beranalisa dan hati yang meraba, sudah “hopeless” untuk pupus mendapatkannya.
Lho kok jadi curhat sih ?! Af1…ayo kita lanjutkan lagi. Bagi hris cinta itu ibarat cahaya putih tapi bila ia dijabarkan disebuah prisma maka terurailah ia menjadi warna merah,biru,hijau dan pink (he..he..). Cinta Allah adalah yang utama…cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis) dan dari cahaya inilah cahaya-cahaya lain terbentuk. Nah dari sinilah terdefinisikan maratibul cinta. Ada cahaya cinta kepada Rasul, ada cahaya cinta kepada ibu bapak, ada cahaya cinta kepada pasangan dan saudara. Tapi itu semua harus ber-ruh-kan kecintaan kepada Allah SWT, karena semua cahaya itu bersumber dari satu cahaya. ( Baca: Aku mencintaimu karena Allah)
Harusnya bagi orang yang ketarbiyah dengan baik, dalil Al_qur’an dan Sunnah sudah cukup bagi dirinya untuk berlindung diri dari ranting cinta yang rapuh untuk dijadikan pijakan, agar nantinya tidak menjadi majnun dihadapan 3ta yang pada hakikatnya akan fana. Firman Allah SWT.
“(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri ( Al-Hadiid:23)”.
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)” ( Al-Baqarah:165 ). Wabillahi taufik
Selasa, 14 April 2009
Dan Mimpipun bercerita
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Allow fren, tausiah hris kali ini terinspirasi dari mimpi tadi malem, seweneeeng banget cerita mimpinye, about taon depan [settingannya saat itu berencana menikah], tapi maaf terlalu pribadi, mo cerita ke de’kem-kem eh hpnya mati, huh dasar kembar males ngecharge !! ntar klo KKnya yang imoet ini pulang siap2 aje dicubit-cubitin…
Lanjut fren, gmana mimpi ente- ente tadi malem ?? Well fren bagaimanapun baik dan buruknya mimpi kita tadi malem, tapi klo kita ceritain paling banter cuma 10 menit padahal kita tidur buat mimpi bisa ngabisin waktu 6-9 jam. Bagaimanapun buruknya mimpi kita tadi malem, mungkin ampe berdarah-darah berperang, ampe menangis bombay disaat ta’arufnya ditolak sijilbab hijau ( He..he..), mimpi jadi megaloman yang hampir mati ngelawan monster atau sakit luar biasa karena mimpi digigit mucin [Af1 cin] toh pas kita bangun kita tak merasakan sedikitpun kesakitan dan kesedihan yang kita alami pas waktu mimpi itu. Sebaliknya, bagaimanapun nikmatnya mimpi kita tadi malem, mungkin mimpi jadi saudagar ayam terbaik versi majalah time, mimpi jadi raja jazirah yang punya 11 kerajaan, 11 ladang minyak, 11 onta merah atau mimpi dapetin akhwat / ikhwan yang cakep yang no limit…ketajirannya dahsyat…akhlaqnya buronan para mertua ( hris ini? ) toh pas kita bangun kita tidak bawa apa-apa…tidak menjadi apa-apa, tetep aja masih menjadi manusia yang “biasa saja”, lupa deh nikmatnya jadi orang yang “luar biasa” pas mimpi tadi malem. Semuanya jadi fana…fatamorgana…tidak kekal.
Ok! Fren begitupula kehidupan dunia (udah mulai kajian berat) terlihat lama tapi hakikatnya sebentar. Al-Qur’an mengabadikan diskusi hari akhir sebagai berikut “Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (didunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari ( QS.79:46)” di ayat lain “Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?. Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung. Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui ( QS.23:112-114 )”.
Jadi kesimpulannya yang udah idup 65 tahun, 17 tahun, 100 tahun dengan segala macam suka dukanya dikehidupan didunia pas dibangkitkan nanti mereka cuma bisa jawab sebentar aja tuh gak ampe sehari…seakan-akan mereka baru bangun dari mimpi. Maha suci Allah SWT dalam firmannya : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu ( QS. 57:20 ). Jadi bagaimanapun perihnya ia hidup didunia dengan jihadnya, dengan dakwahnya, dengan keistiqomahan menjalankan agamanya nanti pas dibangkitkan dihari akhir ia akan merasa lupa akan perih dan sedihnya perjuangan tersebut.
Sebaliknya betapapun nikmatnya ia berbuat dosa, berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri dan masyarakat, melakukan perilaku keji dan mungkar nanti pas dibangkitkan dihari akhir ia akan merasa lupa akan nikmatnya berbuat seperti itu dulu didunia. Semuanya jadi fana…fatamorgana…tidak kekal. Yang tinggal adalah syurga dengan kenikmatannya yang kekal atau neraka dengan siksa-NYA yang kekal. Billahitaufik.
Allow fren, tausiah hris kali ini terinspirasi dari mimpi tadi malem, seweneeeng banget cerita mimpinye, about taon depan [settingannya saat itu berencana menikah], tapi maaf terlalu pribadi, mo cerita ke de’kem-kem eh hpnya mati, huh dasar kembar males ngecharge !! ntar klo KKnya yang imoet ini pulang siap2 aje dicubit-cubitin…
Lanjut fren, gmana mimpi ente- ente tadi malem ?? Well fren bagaimanapun baik dan buruknya mimpi kita tadi malem, tapi klo kita ceritain paling banter cuma 10 menit padahal kita tidur buat mimpi bisa ngabisin waktu 6-9 jam. Bagaimanapun buruknya mimpi kita tadi malem, mungkin ampe berdarah-darah berperang, ampe menangis bombay disaat ta’arufnya ditolak sijilbab hijau ( He..he..), mimpi jadi megaloman yang hampir mati ngelawan monster atau sakit luar biasa karena mimpi digigit mucin [Af1 cin] toh pas kita bangun kita tak merasakan sedikitpun kesakitan dan kesedihan yang kita alami pas waktu mimpi itu. Sebaliknya, bagaimanapun nikmatnya mimpi kita tadi malem, mungkin mimpi jadi saudagar ayam terbaik versi majalah time, mimpi jadi raja jazirah yang punya 11 kerajaan, 11 ladang minyak, 11 onta merah atau mimpi dapetin akhwat / ikhwan yang cakep yang no limit…ketajirannya dahsyat…akhlaqnya buronan para mertua ( hris ini? ) toh pas kita bangun kita tidak bawa apa-apa…tidak menjadi apa-apa, tetep aja masih menjadi manusia yang “biasa saja”, lupa deh nikmatnya jadi orang yang “luar biasa” pas mimpi tadi malem. Semuanya jadi fana…fatamorgana…tidak kekal.
Ok! Fren begitupula kehidupan dunia (udah mulai kajian berat) terlihat lama tapi hakikatnya sebentar. Al-Qur’an mengabadikan diskusi hari akhir sebagai berikut “Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (didunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari ( QS.79:46)” di ayat lain “Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?. Mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung. Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui ( QS.23:112-114 )”.
Jadi kesimpulannya yang udah idup 65 tahun, 17 tahun, 100 tahun dengan segala macam suka dukanya dikehidupan didunia pas dibangkitkan nanti mereka cuma bisa jawab sebentar aja tuh gak ampe sehari…seakan-akan mereka baru bangun dari mimpi. Maha suci Allah SWT dalam firmannya : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu ( QS. 57:20 ). Jadi bagaimanapun perihnya ia hidup didunia dengan jihadnya, dengan dakwahnya, dengan keistiqomahan menjalankan agamanya nanti pas dibangkitkan dihari akhir ia akan merasa lupa akan perih dan sedihnya perjuangan tersebut.
Sebaliknya betapapun nikmatnya ia berbuat dosa, berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri dan masyarakat, melakukan perilaku keji dan mungkar nanti pas dibangkitkan dihari akhir ia akan merasa lupa akan nikmatnya berbuat seperti itu dulu didunia. Semuanya jadi fana…fatamorgana…tidak kekal. Yang tinggal adalah syurga dengan kenikmatannya yang kekal atau neraka dengan siksa-NYA yang kekal. Billahitaufik.
Senin, 13 April 2009
Menuju kedekatan kerinduan
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Yup fren…cuma sedikit tersadarkan nih pas lagi main game hp (dasar pengangguran !) Cuma bisa sekali nyampe ke evil level selebihnye nongkrong di level yang mudah, syukur-syukur dimedium level. Saat itu hris juga disadarkan bahwa keadaan manusia dalam menapaki jalan menuju Robbnya juga berlevel-level. Dan itu tercermin dari kondisi ruhani orang tersebut, maka wajar aja klo syurga itu pun diciptain bertingkat-tingkat. Dalam menapaki level kondisi ruhani tersebut dapat saja seseorang dapat naik level ataupun turun level, itu pun wajar karena toh manusia diciptakan dari unsur sama’ (langit) dan turob (tanah), bisa lebih mulia dari malaikat atau bisa rendah dari binatang.
Hris disini gak mo bahas tentang tingkatan / levelisasi kedekatan kita terhadap Robb versi orang-orang sufi yang sangat dikotom seperti kasta itu, karena level “kedekatan” kita terhadap Robb teramat unik dan privat sehingga dapatlah dikatakan, “maaf ini terlalu pribadi !!”. Hris hanya ingin membahas tentang jalan menuju kenaikan tingkat “kedekatan” tersebut. Ada tiga jalan …
1. Pengetahuan 2. Penderitaan 3. Pemilihan
Pengetahuan dapat menuntun kita ke level “kedekatan” selanjutnya, ingatlah dengan pengetahuan adam dapat menjawab keragu-raguan malaikat tentang kenapa manusia diciptakan menjadi khalifah di bumi ( QS.2:30-33) hris jadi teringat apa kata teman yang jadi dokter, dia bilang mukjizat / keajaiban Allah SWT sangat terasa diwaktu dia ngebantu proses kelahiran bayi. Benarlah firman Allah SWT “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula) … (QS. 46:15)” ada juga pengalaman pribadi melalui ngelab tugas akhir. waktu itu sedang begadang nungguin reaksi dan ketiduran. Tidak sadar, ternyata alarm udah bunyi dari tadi, so..walhasil produk yang diharapkan gagal walau itu cuma telat ½ jam karena terlanjur teroksidasi akut sehingga hris tersadar oleh ayat “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (QS. 54:49). Subhanallah !! beruntunglah kita yang selalu mencari pengetahuan untuk naik level “kedekatan” ini seraya berucap “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (QS. 2:191)”
Kedua, dari penderitaan. Hris jadi teringat waktu Qodhoya Rawai liqo dengan para menti hris. Walau sedikit agak guyon waktu dia bilang deket sama Allah diwaktu dia sakit karena terus-terusan ngomong “ Ya Allah …Ya Allah …” tapi itu semua benar, jujurlah saat terindah kita adalah waktu kita sakit, sedih, tertekan, terzalimi, terbuang, tersingkir, terputus, terlupakan dan ter-ter yang lain ( Wah kayaknya pengalaman betul nih ) lalu disaat itu kita buat keadaan kita untuk bersabar, wudhu, shalat 2 rakaat, baca Al-Qur’an, berdoa dengan khusyu dan menangis hingga air mata kerinduan jatuh dengan jernihnya disajadah. Disaat itu kita dapatkan kondisi kita seperti anak yang tenang ….lelap ….dipangkuan ibunya setelah menangis. Ingatlah fren : “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan).
Terakhir dari pemilihan…. Sadar gak sih semua di dunia ini hrus memilih dari bangun tidur ampe tidur lagi, bagi ikhwan hal yang kritis dalam pemilihan cuma satu yaitu aisyah, yang jilbab biru apa yang putih ya, tapi yang ijo menantang nih (ups !) Tapi klo akhwat banyak bett !! klo masalah milih memilih. Mulai dari warna kulit, ma’isyah, tinggi badan, ganteng, romantis,pengertian,dewasa sampai harus teken kontrak jangan dilarang dakwah di SMA (lho kok!?) Yup fren itu cuma contoh, tapi dalam pemilihan itu kita bisa naik ke tingkat “kedekatan” yang lebih tinggi loh. Bangun tidur mo langsung shalat subuh apa mo tidur lagi, lagi sibuk kerja ngejar deadline dan zriing tiba-tiba azan zuhur berkumandang. Nah dari sini mau shalat jamaah apa mo kebut malih !! Apalagi buat ikhwan pas lagi ada bola malam hari, ini mau nonton apa Qiyamul Lail ya? Allah SWT berfirman “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka …(QS. 33:36)
Ok fren Intinya disini adalah klo ente-ente pade mo lebih deket ma Allah carilah terus ilmu sebanyak-banyaknya dan I’tibarkan ke jalinan hikmah Illahi Robbi, jadikan moment penderitaan sebagai bonus untuk lebih dekat kepadaNYA dan tiap2 pilihan telah jelas akan hitam dan putihnya so pilihlah pilihlah - pilihan yang akan membawa kita ke level “kedekatan” selanjutnya dalam proses kehidupan kita. Wabillahi taufik …. Semoga bermanfaat.
Yup fren…cuma sedikit tersadarkan nih pas lagi main game hp (dasar pengangguran !) Cuma bisa sekali nyampe ke evil level selebihnye nongkrong di level yang mudah, syukur-syukur dimedium level. Saat itu hris juga disadarkan bahwa keadaan manusia dalam menapaki jalan menuju Robbnya juga berlevel-level. Dan itu tercermin dari kondisi ruhani orang tersebut, maka wajar aja klo syurga itu pun diciptain bertingkat-tingkat. Dalam menapaki level kondisi ruhani tersebut dapat saja seseorang dapat naik level ataupun turun level, itu pun wajar karena toh manusia diciptakan dari unsur sama’ (langit) dan turob (tanah), bisa lebih mulia dari malaikat atau bisa rendah dari binatang.
Hris disini gak mo bahas tentang tingkatan / levelisasi kedekatan kita terhadap Robb versi orang-orang sufi yang sangat dikotom seperti kasta itu, karena level “kedekatan” kita terhadap Robb teramat unik dan privat sehingga dapatlah dikatakan, “maaf ini terlalu pribadi !!”. Hris hanya ingin membahas tentang jalan menuju kenaikan tingkat “kedekatan” tersebut. Ada tiga jalan …
1. Pengetahuan 2. Penderitaan 3. Pemilihan
Pengetahuan dapat menuntun kita ke level “kedekatan” selanjutnya, ingatlah dengan pengetahuan adam dapat menjawab keragu-raguan malaikat tentang kenapa manusia diciptakan menjadi khalifah di bumi ( QS.2:30-33) hris jadi teringat apa kata teman yang jadi dokter, dia bilang mukjizat / keajaiban Allah SWT sangat terasa diwaktu dia ngebantu proses kelahiran bayi. Benarlah firman Allah SWT “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula) … (QS. 46:15)” ada juga pengalaman pribadi melalui ngelab tugas akhir. waktu itu sedang begadang nungguin reaksi dan ketiduran. Tidak sadar, ternyata alarm udah bunyi dari tadi, so..walhasil produk yang diharapkan gagal walau itu cuma telat ½ jam karena terlanjur teroksidasi akut sehingga hris tersadar oleh ayat “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (QS. 54:49). Subhanallah !! beruntunglah kita yang selalu mencari pengetahuan untuk naik level “kedekatan” ini seraya berucap “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (QS. 2:191)”
Kedua, dari penderitaan. Hris jadi teringat waktu Qodhoya Rawai liqo dengan para menti hris. Walau sedikit agak guyon waktu dia bilang deket sama Allah diwaktu dia sakit karena terus-terusan ngomong “ Ya Allah …Ya Allah …” tapi itu semua benar, jujurlah saat terindah kita adalah waktu kita sakit, sedih, tertekan, terzalimi, terbuang, tersingkir, terputus, terlupakan dan ter-ter yang lain ( Wah kayaknya pengalaman betul nih ) lalu disaat itu kita buat keadaan kita untuk bersabar, wudhu, shalat 2 rakaat, baca Al-Qur’an, berdoa dengan khusyu dan menangis hingga air mata kerinduan jatuh dengan jernihnya disajadah. Disaat itu kita dapatkan kondisi kita seperti anak yang tenang ….lelap ….dipangkuan ibunya setelah menangis. Ingatlah fren : “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan).
Terakhir dari pemilihan…. Sadar gak sih semua di dunia ini hrus memilih dari bangun tidur ampe tidur lagi, bagi ikhwan hal yang kritis dalam pemilihan cuma satu yaitu aisyah, yang jilbab biru apa yang putih ya, tapi yang ijo menantang nih (ups !) Tapi klo akhwat banyak bett !! klo masalah milih memilih. Mulai dari warna kulit, ma’isyah, tinggi badan, ganteng, romantis,pengertian,dewasa sampai harus teken kontrak jangan dilarang dakwah di SMA (lho kok!?) Yup fren itu cuma contoh, tapi dalam pemilihan itu kita bisa naik ke tingkat “kedekatan” yang lebih tinggi loh. Bangun tidur mo langsung shalat subuh apa mo tidur lagi, lagi sibuk kerja ngejar deadline dan zriing tiba-tiba azan zuhur berkumandang. Nah dari sini mau shalat jamaah apa mo kebut malih !! Apalagi buat ikhwan pas lagi ada bola malam hari, ini mau nonton apa Qiyamul Lail ya? Allah SWT berfirman “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka …(QS. 33:36)
Ok fren Intinya disini adalah klo ente-ente pade mo lebih deket ma Allah carilah terus ilmu sebanyak-banyaknya dan I’tibarkan ke jalinan hikmah Illahi Robbi, jadikan moment penderitaan sebagai bonus untuk lebih dekat kepadaNYA dan tiap2 pilihan telah jelas akan hitam dan putihnya so pilihlah pilihlah - pilihan yang akan membawa kita ke level “kedekatan” selanjutnya dalam proses kehidupan kita. Wabillahi taufik …. Semoga bermanfaat.
SEDIKIT PROLOG
Segala puji bagi Allah SWT yang telah menunjuki kita kedalam jalan Islam ini. Segala puji Bagi Allah SWT yang juga telah menunjuki kita kedalam jalan dakwah ini. Shalawat dan Salam semoga tercurah selalu kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW yang dengan perantara beliaulah cahaya risalah datang susul menyusul menerangi alam semesta ini hingga keindahan Islam dapat kita alami dalam dada-dada kita. Sahalawat dan Salam semoga juga tercurah kepada keluarga beliau, para sahabat dan orang-orang yang tetap istiqomah dijalan Islam ini hingga hari akhir nanti.
Ayyuhal ikhwah rahimakumullah, buah dari sebuah tarbiyah adalah lahirnya pribadi-pribadi muslim yang dai. Dalam lingkup natijah (hasil) ini diperlukan kerja keras yang berkelanjutan dari semua elemen dakwah yang ada dengan segala amunisinya. Kata Amunisi disini berarti perangkat-perangkat dakwah dari seorang da’I sebagai alat perang kepada obyek dakwahnya.
Blog dakwah sekolah ini dibuat agar bisa menjadi salah satu mozaik dalam warna-warni dakwah yang berkembang. Semoga kehadirannya dapat menambah amunisi bagi jundi-jundi da’wah imoet. Jundi dakwah imoet, begitu panggilan yang kami sandangkan kepada aktivis dakwah sekolah. Karena adanya sisi keunikan dari segmentasi dakwah sekolah itu sendiri yang obyek dakwahnya enerjik, muda, masih kekanakan dan gaul. Wabillahi taufik
Ayyuhal ikhwah rahimakumullah, buah dari sebuah tarbiyah adalah lahirnya pribadi-pribadi muslim yang dai. Dalam lingkup natijah (hasil) ini diperlukan kerja keras yang berkelanjutan dari semua elemen dakwah yang ada dengan segala amunisinya. Kata Amunisi disini berarti perangkat-perangkat dakwah dari seorang da’I sebagai alat perang kepada obyek dakwahnya.
Blog dakwah sekolah ini dibuat agar bisa menjadi salah satu mozaik dalam warna-warni dakwah yang berkembang. Semoga kehadirannya dapat menambah amunisi bagi jundi-jundi da’wah imoet. Jundi dakwah imoet, begitu panggilan yang kami sandangkan kepada aktivis dakwah sekolah. Karena adanya sisi keunikan dari segmentasi dakwah sekolah itu sendiri yang obyek dakwahnya enerjik, muda, masih kekanakan dan gaul. Wabillahi taufik
Langganan:
Komentar (Atom)